Jasa Pembuatan Web Sekolah/umum Go Design [klik untuk model]

Harga Rp.3000.000-5000.000

Jasa Pembuatan Blog Pembelajaran/Umum Go Design [klik untuk model]

Harga Rp.500.000-600.000

Perbaikan dan Instalasi PC/Laptop Klik Untuk Rincian Harga

Harga Instalasi Rp.95.000 Win+Ofice. Perbaikan Rp.65.000

Thursday, 12 May 2016

Kamus Sosiologi, Aa-, Ab-, Ac-, Ad-

Ab-
Abangan: Golongan muslim Jawa yang masih memegang kepercayaan asli Jawa dan sisa-sisa ajaran Hindu-Budha

Abatement: Pembatalan sebagian atau seluruh pungutan yang dilakukan oleh pemerintah. Pembatalan ini biasanya diterapkan pada pungutan pajak, perkiraan khusus, dan beban pelayanan.

Abdi dalem: Sebutan bagi para priyayi atau pegawai Keraton Mataram Islam selaku penghubung sentana dalem (kerabat raja) dengan kawula dalem (rakyat). Abdi dalem terdiri dari para pegawai birokrat pemerintahan, punggawa, prajurit, dan pekerja kasar.

Abstrak: Bagian karya tulis atau laporan penelitian yang berisi uraian singkat tentang permasalahan, teori, dan metode yang dipakai, dan temuan data. Abstrak dapat membantu pembaca mengetahui garis besar persoalan, metode, dan temuan data yang ada dalam laporan penelitian itu. Kegunaan praktis lainnya, abstrak itu dipakai untuk keperluan pemuatan abstrak untuk terbitan berkala tentang penelitian-penelitian.

Abstraksi: 1. Penyederhanaan dengan cara hanya mengkhususkan analisis pada sifat-sifat tertentu dan mengesampingkan sifat-sifat lain. Sifat-sifat tertentu yang dikesampingkan biasanya gejala-gejala yang nantinya tidak akan menjadi bagian dari objek yang diteliti. Aspek yang dikesampingkan itu mungkin saja dalam penelitian lain justru menjadi sasaran utama untuk diteliti. 2. Aliran seni lukis yang mengesampingkan unsur bentuk dari lukisan. Abstraksi berarti tindakan menghindari peniruan objek secara mentah. Unsur yang dianggap mampu memberikan sensasi keberadaan objek diperkuat untuk menggantikan unsur bentuk yang dikurangi porsinya.

Ac-
Accidental sampling (sampel kebetulan/insidental) : Cara pengambilan sampel yang dilakukan secara kebetulan dengan tidak menggunakan perencanaan. Peneliti semata-mata memilih siapa saja yang dapat diraih pada saat penelitian diadakan sebagai respondennya. Sebagai contoh, kita akan meneliti penggunaan waktu belajar siswa, responden yang kita ambil siapa saja siswa yang kita temui.

Achieved role: Peran dan status yang dicapai/diperjuangkan melalui pilihan, usaha, dan tenaga sendiri misalnya memperoleh gelar sarjana.

Achieved status: Kedudukan yang dicapai seseorang dengan usaha sendiri atau diperoleh karena suatu prestasi tertentu. Dengan kata lain, status ini diperoleh seseorang dengan usaha-usaha yang disengaja. Status ini tidak diperoleh atas dasar keturunan, akan tetapi tergantung pada kemampuan masing-masing dalam mengejar serta mencapai tujuan-tujuannya. Kedudukan ini misalnya setiap orang dapat menjadi hakim, dokter, jika memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu seperti menempuh pendidikan kehakiman dan kedokteran.

Ad-
Adaptasi: Penyesuaian terhadap lingkungan, pekerjaan, pelajaran; proses perubahan serta akibatnya pada seorang individu dalam suatu kelompok sosial atau organisme sosial yang menyebabkan hal itu dapat hidup atau berfungsi lebih baik.

Adat: Kebiasaan-kebiasaan yang telah dilembagakan menjadi norma sosial bagi masyarakat penganutnya. Adat berasal dari dalam anggota masyarakat, yang mengikat anggota masyarakatnya serta dijunjung dan dipertahankan. Adat  menjadi pedoman bagi anggota masyarakatnya untuk bertingkah laku.

Adat istiadat (custom): Tata kelakuan yang kekal dan terintegrasi kuat dengan pola-pola perilaku masyarakat. Individu atau orang yang melanggar adat istiadat dapat memperoleh sanksi yang berat baik langsung maupun tidak langsung, misalnya dikucilkan dari masyarakat atau digunjingkan masyarakat.

Adat menetap: Adat menetap  sesudah menikah termasuk dalam sistem kekerabatan. Dalam analisis antropologi, Koentjaraningrat menyebutkan adanya tujuh macam adat menetap sesudah menikah, antara lain ultrolokal, virilokal, uxorilokal, bilokal, avunkulokal, natolokal, dan neolokal.

Ade’ akkalabinengneng (Bugis Makassar): Norma mengenai perkawinan, kaidah-kaidah keturunan, aturan-aturan mengenai hak dan kewajiban warga rumah tangga, etika dalam hal berumah tangga, dan sopan santun pergaulan antarkaum kerabat.

Ade’ tana (Bugis-Makassar): Norma mengenai pemerintahan, yang terwujud dalam bentuk hukum negara, hukum antarnegara, dan etika serta pembinaan insan politik. Pembinaan dan pengawasan ade’ dalam masyarakat Bugis-Makassar dilakukan oleh beberapa pejabat adat, seperti pakka-tenni ade’, pampawa ade’, dan parewa ade’.

Adi karya (masterpiece): Karya-karya besar dibidang seni dan budaya. Termasuk di dalamnya adalah karya dalam bidang sastra, musik, drama dan teater, film, seni lukis, seni pahat, seni tari, arsitektur dan karya seni lainnya. Masterpiece merupakan pilihan karya yang paling memperlihatkan kekuatan teknis atau filosofi yang digunakan seniman.

Adi kodrati: Kekuatan yang bersifat luar biasa atau supranatural.

Adiktif: Bersifat menimbulkan ketergantungan atau kecanduan.

Adisi: suatu bentuk penambahan unsur kebudayaan yang baru, namun masih menggunakan unsur kebudayaan yang lama karena dipandang masih memiliki nilai lebih. Contohnya, digunakannya mobil angkutan kota di Yogyakarta, namun masih tetap mempertahankan keberadaan delman.

Adjudikasi (adjudication): Penyelesaian perkara melalui pengadilan. Pengadilan merupakan lembaga hukum yang berfungsi menjalankan pengadilan terhadap berbagai perkara pidana maupun perdata. Salah satunya, konflik yang terjadi di masyarakat. Pada umumnya, cara seperti ini ditempuh sebagai alternatif terakhir dalam penyelesaian konflik. Sedapat mungkin mereka yang terlibat akan berusaha menanganinya dengan jalan kekeluargaan, atau meminta tolong pihak ketiga sebagai mediator. Apabila cara-cara seperti itu gagal, terpaksa perkara dilimpahkan ke pengadilan.

Adjusment: terciptanya suatu keadaan, di mana masyarakat dan lembaga-lembaga sosial mampu mengadakan penyesuaian-penyesuaian atas terjadinya berbagai perubahan-perubahan yang terjadi; kebalikan dari keadaan tersebut adalah terjadinya maladjustment (tidak tercapainya suatu penyesuaian-penyesuaian atas perubahan-perubahan yang terjadi).

Adopsi: Menerima unsur baru sebagai bagian dari sistem yang sudah ada. Proses adopsi dalam sosiologi diartikan sebagai sebuah proses mental yang dilalui oleh individu sejak pertama kali mendengar inovasi sampai akhirnya mengadopsi inovasi tersebut. Proses adopsi memiliki beberapa tahapan yang masing-masing berurutan dan memerlukan waktu yang bersifat relatif. Namun proses adopsi berbeda dengan proses penyebaran inovasi. Proses adopsi berada pada tingkatan individual sementara proses penyebaran berada pada tingkatan sistem sosial.

Adopter: Pengadopsian. Lihat adopsi.

Adoption stage: Tahapan di mana individu menggunakan ide baru secara terus-menerus dalam skala yang penuh. Tetapi model ini dikritik, karena model ini mengimplikasikan bahwa proses selalu diakhiri dengan keputusan mengadopsi sementara kenyataannya penolakan bisa juga terjadi.

Lihat Juga
Kamus Sosiologi, Ae-, Af-, Ag-, Ai-, Ak- Klik di sini

Kamus Sosiologi, Al-, Am-, An-, Ap-, Klik di sini
Kamus Sosiologi, Ar-, As-, At-, Au-, Aw-, Ay-, Az-, Klik di sini



Sumber Kutipan Murni,
Haryanta, Agung Tri dan Eko Sujatmiko. 2012. Kamus Sosiologi. Aksara Sinergi Media. Surakarta.

0 komentar

Post a Comment