Jasa Pembuatan Web Sekolah/umum Go Design [klik untuk model]

Harga Rp.3000.000-5000.000

Jasa Pembuatan Blog Pembelajaran/Umum Go Design [klik untuk model]

Harga Rp.500.000-600.000

Perbaikan dan Instalasi PC/Laptop Klik Untuk Rincian Harga

Harga Instalasi Rp.95.000 Win+Ofice. Perbaikan Rp.65.000

Saturday, 14 May 2016

Kamus Sosiologi, Bab-, Bad-, Bah-, Bai-, Baj-, Bak-, Bal-

Bab-
Bab hasil penelitian: Bagian laporan penelitian sosiologi yang menyajikan deskripsi umum tentang subjek dan objek penelitian, sajian data dan/atau uji statistik untuk masing-masing data. Bila penelitian berbentuk deskripsi maka sajiannya berupa uraian data tanpa menguji hipotesis. Bila penelitian berbentuk eksplanasi maka sajiannya berupa data yang menguji hipotesis. Jika diterapkan pendekatan kualitatif maka sajian datanya tidak berupa uji statistik, akan tetapi berupa uraian data sederhana dalam bentuk kalimat-kalimat. Bila pendekatannya bersifat kuantitatif, sajian datanya berupa uji statistik yang diwujudkan lewat angka-angka yang dimuat di dalam tabel-tabel.

Bab kesimpulan dan saran: Bagian dalam laporan penelitian sosiologi yang menguraikan apa yang menjadi kesimpulan hasil penelitian dan apa yang dapat disarankan sesuai dengan hasil penelitian itu. Selain memuat hal-hal yang bersifat praktis, hal-hal yang disarankan sebaiknya juga meliputi masalah-masalah baru yang perlu diteliti selanjutnya.

Bab metodologi penelitian: Bagian dalam laporan penelitian sosiologi yang menerangkan mengenai subjek, objek, dan ruang lingkup penelitian, teknik sampling, teknik pengumpulan data, instrumen atau alat pengumpul data, jenis atau metode penelitian, metode pengolahan, dan analisis data. Metodologi penelitian biasanya sudah disajikan dalam rancangan penelitian. Selanjutnya peneliti tinggal melengkapi dan menyempurnakannya pada saat penyusunan bab ini sehingga apa yang menjadi subjek dan objek penelitian serta alasan pemilihannya semakin jelas.

Bab pembahasan: Bagian dalam laporan penelitian sosiologi di mana seluruh hasil penelitian, tinjauan kepustakaan/hasil penelitian lain, metodologi yang digunakan, dibandingkan satu dengan yang lain, dan dilacak keterkaitan antara satu dan yang lain serta dievaluasi keterkaitannya. Bagian pembahasan hasil penelitian harus diuraikan secara lengkap dan menarik karena bagian inilah yang ditunggu dan ingin diketahui oleh pembaca.

Bab pendahuluan: Bagian dalam laporan penelitian sosiologi yang memberi gambaran kepada pembaca mengenai keterangan seperti latar belakang masalah, rumusan masalah penelitian, tujuan dan manfaat penelitian, hipotesis (kalau ada), asumsi (kalau ada), batasan konsep, dan hambatan yang didapat selama penelitian. Keterangan tersebut umumnya telah dipersiapkan peneliti sebelum penelitian pada saat menyusun rancangan penelitian. Pada bagian pendahuluan, peneliti tinggal memindahkan hal yang perlu dari rancangan penelitian, setelah dilengkapi dan disempurnakan.

Bab tinjauan kepustakaan: Bagian dalam laporan penelitian sosiologi yang memberi gambaran mengenai hal yang telah dirintis oleh peneliti lain seperti konsep, teori, data, penemuan yang berhubungan dengan masalah penelitian yang sedang dikerjakan. Keseluruhan hal tersebut dirangkum dan dihubungkan dengan apa yang sedang diteliti sehingga masalah yang diteliti menjadi lebih jelas. Sumber-sumber kepustakaan antara lain buku-buku teks, laporan-laporan penelitian, buletin, jurnal, dan lain-lain.

Bad-
Badan sosial: Sekelompok orang yang membentuk suatu badan atau organisasi yang berperan dalam mengkoordinasikan dan melaksanakan aktivitas masyarakat.

Badik atau badek: Pisau dengan bentuk khas yang dikembangkan oleh masyarakat Bugis dan Makassar. Badik bersisi tajam tunggal atau ganda, dengan panjang mencapai sekitar setengah meter. Seperti keris, bentuknya asimetris dan bilahnya kerap kali dihiasi dengan pamor. Namun demikian, berbeda dari keris, badik tidak pernah memiliki ganja (penyangga bilah).

Baduy: Suku yang merupakan bagian dari suku bangsa Sunda karena sebagian besar unsur budaya dan bahasanya sama dengan kebudayaan Sunda. Suku Baduy ada dua macam yaitu Baduy Luar dan Baduy Dalam. Masyarakat Baduy Luar umumnya mengenakan pakaian serba hitam. Adapun suku Baduy Dalam mengenakan pakaian serba putih. Suku Baduy Luar cenderung masih dapat menerima pengaruh dari luar, tetapi suku Baduy Dalam tidak mau menerima pengaruh dari luar.

Bah- 

Bahasa: Sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama berinteraksi dan mengidentifikasi diri.

Bahasa casual: Ragam bahasa yang digunakan dalam situasi tidak resmi dan santai. Dapat digunakan oleh orang yang belum tentu saling mengenal (tidak intim). Bentuk bahasa yang digunakan tidak baku.

Bahasa consultative: Ragam bahasa yang digunakan untuk tawar menawar oleh penjual-pembeli, tanya jawab antara siswa dan gurunya. Ciri bahasa consultative adalah pilihan kata yang digunakan berpusat pada transaksi atau pertukaran informasi.

Bahasa formal: Ragam bahasa yang digunakan dalam rapat atau diskusi resmi. Ciri khas bahasa formal adalah pilihan kata dan kalimat yang lengkap serta akurat, yang mencerminkan jarak hubungan dan situasi formal di antara peserta diskusi.

Bahasa frozen: Ragam bahasa yang digunakan pada acara ritual dan seremonial, sering digunakan oleh hakim, jaksa dan pembela dalam sidang pengadilan. Disebut beku (frozen) karena ungkapan dan istilah yang dipakai tetap dan tidak memungkinkan adanya perubahan satu patah kata pun. Bahkan tekanan pada pelafalannya pun tidak boleh berubah sama sekali.

Bahasa gaul: Lihat bahasa prokem.

Bahasa intimate: Ragam bahasa yang digunakan untuk orang yang memiliki hubungan sangat akrab dan intim, biasanya digunakan oleh kawula muda.

Bahasa lisan: Bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, yang terikat dengan ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapannya dapat membantu pemahaman. Bahasa lisan dalam perwujudannya sering dibantu dengan isyarat, mimik, gerak-gerik anggota tubuh, dan intonasi ucapan. Hal tersebut ditujukan untuk mendukung maksud kalimat-kalimat yang diucapkan.

Bahasa lokal: Bahasa yang dipakai untuk berkomunikasi di daerah dan tidak di integrasikan dalam lingkup nasional. Bahasa daerah ini yang menjadi bahasa komunikasi sehari-hari bagi masyarakat. Di samping itu bahasa lokal juga ditentukan dan dipengaruhi oleh kebudayaan khusus. Pengaruh budaya mendasari bentuk logat bahasa daerah.

Bahasa nasional: Bahasa resmi, bahasa yang digunakan untuk digunakan di sekolah atau dipertemuan resmi, bahasa pemersatu bangsa.

Bahasa prokem atau bahasa gaul: Ragam bahasa Indonesia nonstandar yang lazim digunakan di Jakarta pada tahun 1970-an yang kemudian digantikan oleh ragam yang disebut sebagai bahasa gaul. Bahasa prokem ditandai oleh kata-kata Indonesia atau kata dialek Betawi yang dipotong dua fonemnya yang paling akhir kemudian disisipi bentuk -ok- di depan fonem yang terakhir yang tersisa. Misalnya, kata bapak dipotong menjadi bap, kemudian disisipi -ok- menjadi bokap. Diperkirakan ragam ini berasal dari bahasa khusus yang digunakan oleh para narapidana. Seperti bahasa gaul, sintaksis dan morfologi ragam ini memanfaatkan sintaksis dan morfologi bahasa Indonesia dan dialek Betawi.

Bahasa tulis: Bahasa yang menggunakan media tulis yang tidak terikat dengan ruang dan waktu sampai kepada sasaran secara visual.

Bal- 

Balieu (Minahasa): Balai desa.

Baj- 

Baju bodo (Bugis): Pakaian tradisional perempuan Bugis, Sulawesi, Indonesia. Baju bodo berbentuk segi empat, biasanya berlengan pendek, yaitu setengah atas bagian siku lengan. Baju bodo juga dikenali sebagai salah satu busana tertua di dunia. Menurut adat Bugis, setiap warna baju bodo yang dipakai oleh perempuan Bugis menunjukkan usia ataupun martabat pemakainya. Pakaian ini kerap dipakai untuk acara adat seperti upacara pernikahan. Tetapi kini, baju bodo mulai direvitalisasi melalui acara lainnya seperti lomba menari atau menyambut tamu agung.

Bak- 

Bakat (talent): Sesuatu yang abstrak yang diperoleh seseorang karena warisan biologis yang diturunkan oleh leluhurnya, seperti bakat seni, olahraga, berdagang, berpolitik, dan lainnya. Bakat merupakan sesuatu yang sangat mendasar dalam mengembangkan keterampilan-keterampilan yang ada pada seseorang. Setiap orang memiliki bakat yang berbeda-beda, walaupun berasal dari ayah dan ibu yang sama.

Bal- 

Balai Bengong (Bali): Tempat istirahat raja dan keluarganya.

Balai Wanikan (Bali): Tempat adu ayam atau penyelenggaraan pertunjukan kesenian.

Balean dadas: Jenis tarian masyarakat suku Dayak yang ditujukan untuk memohon kesembuhan bagi mereka yang sedang sakit.

Lihat Juga.
Kamus Sosiologi, Bam-, Ban-, Bap-, Bar-, Bas-, Bat-. Klik di sini
Kamus Sosiologi, Beg-, Beh-, Bel-, Ber-, Bet-, Bgu-, Bhi-, Klik di sini

Kamus Sosiologi, Bia-, Bib-, Bic-, Bid-, Bil-, Bir-, Bis-, Klik di sini
Kamus Sosiologi, Blt-, blu-, bod-, bon-, bor-, bra-, bro-, Klik di sini
Kamus Sosiologi, Bud-, Bug-, Buj-, Bun-, Bur-, Bus-, But-, Klik di sini


 


Sumber Kutipan Murni,
Haryanta, Agung Tri dan Eko Sujatmiko. 2012. Kamus Sosiologi. Aksara Sinergi Media. Surakarta.

0 komentar

Post a Comment