Jasa Pembuatan Web Sekolah/umum Go Design [klik untuk model]

Harga Rp.3000.000-5000.000

Jasa Pembuatan Blog Pembelajaran/Umum Go Design [klik untuk model]

Harga Rp.500.000-600.000

Perbaikan dan Instalasi PC/Laptop Klik Untuk Rincian Harga

Harga Instalasi Rp.95.000 Win+Ofice. Perbaikan Rp.65.000

Monday, 23 May 2016

Kamus Sosiologi, Fa-, Fe-

Fa-
Face to face: Berhadapan langsung.

Fakta: Keadaan, peristiwa yang merupakan kenyataan suatu yang benar-benar ada atau terjadi.

Fakta sosial: Suatu kejadian yang di dalamnya terdapat pelaku, waktu, tempat, dan peristiwa.

Fanatisme: Suatu sikap yang mencintai atau menyukai suatu hal secara berlebihan. Penganut paham ini tidak mempedulikan apapun yang dipandang lebih baik daripada hal yang disenangi tersebut. Fanatisme yang berlebihan sangat berbahaya karena dapat berujung pada perpecahan atau konflik. Misalnya, fanatisme terhadap suatu ideologi atau artis idola tertentu atau lainnya.

Fashion: Lihat norma mode.

Fasilitas: Semua bentuk cara, jalan, metode, dan benda-benda yang digunakan manusia untuk menciptakan tujuan sistem sosial. Dengan demikian fasilitas sama dengan sumber daya material atau kebendaan maupun sumber daya immaterial yang berupa ide atau gagasan.

Fasilitator: Orang yang berperan untuk membantu masyarakat dan orang-orang atau kelompok-kelompok dalam masyarakat agar mampu menangani tekanan situasional atau transisional.

Fasis: Kegiatan ekonomi di mana sistemnya didominasi oleh pemimpin atau pemerintah. Sistem ekonomi tipe ini sering dikenal sebagai sistem ekonomi terpimpin. Dalam kegiatan ekonominya, rakyat tidak mempunyai kebebasan untuk menentukan arah kebijakan ekonomi, melainkan harus tunduk kepada kebijakan ekonomi pemerintah. Negara yang pernah mengembangkan sistem ini adalah Jepang, Jerman, dan Italia.

Fasisme: Gerakan radikal ideologi nasionalis otoliter politik. Fasis berusaha untuk mengatur bangsa menurut perspektif korporatis, nilai, dan sistem, termasuk sistem politik dan ekonomi. Mereka menganjurkan pembentukan partai tunggal negara totaliter yang berusaha memobilisasi massa suatu bangsa dan terciptanya “manusia baru” yang ideal untuk membentuk suatu elit pemerintahan melalui indoktrinasi, pendidikan fisik, dan eugenika kebijakan keluarga.

Fatalistik: Pandangan bahwa segala sesuatu sudah ditakdirkan dan manusia tidak dapat mengganggu gugat. Orang yang menganut paham ini percaya bahwa tidak banyak yang bisa mereka lakukan untuk mengubah situasi.

Fauna: Binatang-binatang di suatu daerah atau pada suatu waktu tertentu.

Fe-
Feedback: Umpan balik. Suatu proses di mana sebagian dari out put (keluaran) di-loloh-balik-kan ke bagian input (masukan). Hal ini sering dipakai untuk mengendalikan suatu sistem yang bersifat dinamis sehingga sistem tersebut dapat diatur untuk mencapai keadaan yang stabil yang diinginkan. Beberapa contohnya dapat dijumpai pada sistem kompleks yang dipakai di bidang teknik, instrumentasi, elektronika, termodinamika, biologi, arsitektur, maupun ekonomi, dan lain-lain.

Feminisme: Sebuah gerakan perempuan yang menuntut emansipasi atau kesamaan dan keadilan hak dengan pria (tokohnya disebut feminis).

Fenologi: Ilmu yang mempelajari pengaruh iklim atau lingkungan sekitar terhadap penampilan suatu organisme atau populasi. Aspek utama yang dipelajari adalah bagaimana alam berubah sejalan dengan perjalanan siklus waktu/musim. Ilmu ini dapat dianggap sebagai bagian dari ekologi dan biogeografi.

Fenomena: Hal-hal yang dapat disaksikan dengan panca indra dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah.

Fenomena sosial: Semua kejadian atau keadaan yang ada di dalam masyarakat.

Fenomenal: Luar biasa; diterima jelas oleh panca indra melalui pengalaman atau kejadian yang cepat.

Fenotipe: Suatu karakteristik (baik struktural, biokimia, fisiologis, dan perilaku) yang dapat diamati dari suatu organisme yang diatur oleh genotipe dan lingkungan serta interaksi keduanya.

Feodal: Berhubungan dengan susunan masyarakat yang dikuasai oleh kaum bangsawan.

Feodalisme: Struktur pendelegasian kekuasaan sosiopolitik yang dijalankan kalangan bangsawan/monarki untuk mengendalikan berbagai wilayah yang diklaimnya melalui kerja sama dengan pemimpin-pemimpin lokal sebagai mitra. Dalam pengertian yang asli, struktur ini disematkan oleh sejarawan pada sistem politik di Eropa pada Abad Pertengahan, yang menempatkan kalangan ksatria dan kelas bangsawan lainnya (vasal) sebagai penguasa kawasan atau hak tertentu (disebut fief atau dalam bahasa Latin feodum) yang ditunjuk oleh monarki (biasanya raja atau lord). Istilah feodalisme sendiri dipakai sejak abad ke-17 dan oleh pelakunya sendiri tidak pernah dipakai. Semenjak tahun 1960-an, para sejarawan memperluas penggunaan istilah ini dengan memasukkan pula aspek kehidupan sosial para pekerja lahan di lahan yang dikuasai oleh tuan tanah, sehingga muncul istilah “masyarakat feodal”. Karena penggunaan istilah feodalisme semakin lama semakin berkonotasi negatif, oleh para pengkritiknya istilah ini dianggap tidak membantu memperjelas keadaan dan dianjurkan untuk tidak dipakai tanpa kualifikasi yang jelas.

Fetisisme: Bentuk religi yang didasarkan pada kepercayaan akan adanya jiwa atau roh dalam benda-benda tertentu. Penganut kepercayaan ini melakukan aktivitas religius berupa pemujaan terhadap benda-benda tersebut.

Lihat Juga
Kamus Sosiologi, Fi-, Fl-, Fo-. Klik di sini
Kamus Sosiologi, Fr-, Fu-, Klik di sini




Sumber Kutipan Murni,
Haryanta, Agung Tri dan Eko Sujatmiko. 2012. Kamus Sosiologi. Aksara Sinergi Media. Surakarta.

0 komentar

Post a Comment