Jasa Pembuatan Web Sekolah/umum Go Design [klik untuk model]

Harga Rp.3000.000-5000.000

Jasa Pembuatan Blog Pembelajaran/Umum Go Design [klik untuk model]

Harga Rp.500.000-600.000

Perbaikan dan Instalasi PC/Laptop Klik Untuk Rincian Harga

Harga Instalasi Rp.95.000 Win+Ofice. Perbaikan Rp.65.000

Friday, 27 May 2016

Kamus Sosiologi, Ga-

Ga-
Gadang: Nama untuk rumah adat Minangkabau yang merupakan rumah tradisional dan banyak dijumpai di provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Rumah ini juga disebut dengan nama lain oleh masyarakat setempat dengan nama Rumah Bagonjong atau ada juga yang menyebut dengan nama Rumah Baanjung. Rumah Gadang dibangun dengan atap meruncing dengan lantai panggung yang kokoh.

GAM: Gerakan Aceh Merdeka. Sebuah organisasi separatis yang memiliki tujuan supaya Aceh, yang merupakan daerah yang sempat berganti nama menjadi Nanggroe Aceh Darussalam lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Konflik antara pemerintah RI dan GAM yang diakibatkan perbedaan keinginan ini telah berlangsung sejak tahun 1976.

Gambang kromong (Betawi): Bentuk seni musik tradisional hasil perpaduan antara unsur Betawi dengan etnis Cina. Unsur pribumi (Betawi) nampak pada peralatan musik, seperti gambang kromong, gendang, kecrek, dan gong. Adapun unsur Cina nampak pada alat musik berupa ningnong dan alat musik gesek berdawai dua yang direntangkan pada tabung resonansi yang terbuat dari tempurung dan bertangkai panjang.

Gambyong: Jenis tarian adat Jawa untuk menyambut tamu.

Game stage: Lihat Tahap siap bertindak.

Gamelan: Ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya/alatnya, yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. Kata gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamel yang berarti memukul/menabuh, diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda. Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau Jawa, Madura, Bali, dan lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel. Di Bali dan Lombok saat ini, dan di Jawa lewat abad ke-18, istilah gong lebih dianggap sinonim dengan gamelan.

Gamelan ajeng: Musik rakyat yang hidup di wilayah Betawi dan diperkirakan sebagai bentuk pengembangan dari gamelan ajeng yang tumbuh di masyarakat Sunda. Namun gamelan ajeng pada masyarakat Betawi memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan gamelan ajeng Sunda. Perbedaan itu terletak pada repertoar. Lagu-lagu yang dimainkan pada gamelan ajeng Betawi tidak ditemukan pada gamelan ajeng Sunda, dan sebaliknya. Alat musik gamelan ajeng terdiri atas sebuah kromong dan sepuluh pencon, sebuah terompet, dan empat buah gendang (dua di antaranya besar), sebuah kecrek dan kadang kala dilengkapi dua buah gong yang disebut sebagai gong laki-laki dan gong perempuan. Gamelan ajeng pada umumnya dimainkan untuk memeriahkan suasana hajatan keluarga. Pada awalnya gamelan ajeng tidak bisa digunakan untuk mengiringi tarian, namun dalam perkembangan selanjutnya gamelan ajeng juga digunakan untuk mengiringi tari belenggo ajeng.

Gamelan topeng: Bagian dari musik rakyat khas Betawi yang terdiri atas rebab, sepasang gendang (sebuah gendang besar dan sebuah kulanter), satu ancak (gantungan) kenongan berpencon tiga, sebuah kecrek, sebuah kempul yang digantungkan pada gawangan, dan sebuah gong tahan yang biasa disebut gong angkong. Gamelan topeng pada umumnya dimainkan untuk mengiringi pertunjukan topeng.

Gampong (Aceh): Pembagian wilayah administratif di Provinsi Aceh, Indonesia. Gampong berada di bawah mukim. Gampong merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ganja (mariyuana): Jenis narkoba yang diperoleh dari tumbuhan bernama Canabis Sativa. Tumbuhan ini termasuk golongan semak, cocok di daerah tropis dan subtropis. Yang diambil adalah daunnya, diiris-iris dan dikeringkan seperti tembakau.

Gank: Lihat Geng

Gantung siwur (Jawa): Sebuah istilah Jawa, dan merujuk kepada keturunan yang kelima.

Gap: Jurang pemisah.

Gapura Candi Betar (Bali): Bagian pintu masuk ke istana raja yang terbuat dari batu bata dengan ukiran-ukiran di atas batu cadas.

Garis kemiskinan atau batas kemiskinan: Tingkat minimum pendapatan yang dianggap perlu dipenuhi untuk memperoleh standar hidup yang mencukupi di suatu negara. Dalam praktiknya, pemahaman resmi atau umum masyarakat mengenai garis kemiskinan (dan juga definisi kemiskinan) lebih tinggi di negara maju daripada di negara berkembang. Hampir setiap masyarakat memiliki rakyat yang hidup dalam garis kemiskinan. Garis kemiskinan berguna sebagai perangkat ekonomi yang dapat digunakan untuk mengukur rakyat miskin dan mempertimbangkan pembaharuan sosial-ekonomi, misalnya seperti program peningkatan kesejahteraan dan asuransi pengangguran untuk menanggulangi kemiskinan.

Gastronomi atau tata boga: Seni, atau ilmu akan makanan yang baik. Penjelasan yang lebih singkat menyebutkan gastronomi sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan kenikmatan dari makan dan minuman. Hubungan budaya dan gastronomi terbentuk karena gastronomi adalah produk budi daya pada kegiatan pertanian sehingga mengejawantahkan warna, aroma, dan rasa dari suatu makanan dapat ditelusuri asal usulnya dari lingkungan tempat bahan bakunya dihasilkan.

Gawai dayak: Perayaan yang diadakan di Kalimantan Barat dan Sarawak oleh suku asli Kalimantan Barat dan Sarawak, terutama Iban dan Dayak Darat. Gawai Dayak merupakan hari perayaan panen dan diadakan secara besar-besaran.

Gay: Istilah untuk laki-laki yang memiliki kecenderungan seksual kepada sesama pria atau disebut juga pria yang mencintai pria baik secara fisik, seksual, emosional, atau pun secara spiritual.

Gaya hidup: Pola tingkah laku dan budaya/kebiasaan yang membedakan setiap orang.

Gayo Alas dan Batak: Salah satu dari 19 lingkaran hukum adat di Indonesia.

Lihat Juga
Kamus Sosiologi, Ge-, Gl-. Klik di sini
Kamus Sosiologi, Go-, Gr-, Klik di sini




Sumber Kutipan Murni,
Haryanta, Agung Tri dan Eko Sujatmiko. 2012. Kamus Sosiologi. Aksara Sinergi Media. Surakarta.

0 komentar

Post a Comment