Jasa Pembuatan Web Sekolah/umum Go Design [klik untuk model]

Harga Rp.3000.000-5000.000

Jasa Pembuatan Blog Pembelajaran/Umum Go Design [klik untuk model]

Harga Rp.500.000-600.000

Perbaikan dan Instalasi PC/Laptop Klik Untuk Rincian Harga

Harga Instalasi Rp.95.000 Win+Ofice. Perbaikan Rp.65.000

Monday, 30 May 2016

Kamus Sosiologi, Ka-

Ka- 
Kaharingan: Kepercayaan tradisional suku Dayak di Kalimantan, ketika agama lain belum memasuki Kalimantan. Istilah Kaharingan artinya tumbuh atau hidup, seperti dalam istilah danum kaharingan (air kehidupan), maksudnya agama suku atau kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Ranying), yang hidup dan tumbuh secara turun temurun dan dihayati oleh masyarakat Dayak di Kalimantan.

Kaidah: Aturan yang sudah pasti, patokan, dalil.

Kaidah sosial: Proses saling memengaruhi melibatkan unsur-unsur yang baik dan benar, serta unsur-unsur lain yang dianggap salah dan buruk.

Kajeroan: Wilayah yang ditempati suku Baduy Dalam.

Kajian pustaka: Kajian tentang pertanggungjawaban ilmiah mengenai suatu karya yang telah berhasil ditelaah.

Kajian sosiologi: Kajian tentang masyarakat dan perilaku sosial manusia dengan meneliti kelompok yang dibangunnya.

Kakawin: Sebuah bentuk syair dalam bahasa Jawa Kuno dengan metrum yang berasal dari India. Sebuah kakawin dalam metrum tertentu terdiri dari minimal satu bait. Setiap bait kakawin memiliki empat larik dengan jumlah suku kata yang sama.

Kaligrafi: Seni rupa yang mengambil ayat-ayat suci Al-Qur’an sebagai materi lukisan.

Kalvinisme: Sekte dalam agama Protestan yang mengharuskan umatnya bekerja keras, disiplin, hidup sederhana, dan hemat.

Kamadhatu: Istilah yang berasal dari bahasa Sanskerta yang bermakna “ranah nafsu” atau “dunia nafsu”. Kamadhatu adalah salah satu dari tiga ranah (Sanskerta: dhatu) atau tiga dunia (Sanskerta:triloka) dalam kosmologi (konsep alam semesta) Budhisme, di mana jiwa berkelana dari satu tubuh ke tubuh lain dalam rangkaian reinkarnasi (kelahiran kembali) dalam lingkaran samsara. Dua ranah lainnya adalah Rupadhatu (alam wujud), Arupadhatu (alam tanpa wujud).

Kampung (Papua): Pembagian wilayah administratif di Provinsi Papua, Indonesia di bawah distrik. Istilah “kampung” menggantikan “desa”, yang sebelumnya di gunakan di Papua, seperti halnya provinsi-provinsi lain di Indonesia. Penetapan ini adalah menyusul diterapkannya Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. Kampung merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kampung bukanlah bawahan kecamatan karena kecamatan merupakan bagian dari perangkat daerah kabupaten/kota, dan kampung bukan bagian dari perangkat daerah.

Kadagan: Tari putri yang karakternya gagah, tari ini merupakan perkembangan dari tari Renggarini di Tahun 1960 oleh tokoh pembaharu tari Sunda, Raden Tjetje Somantri.

Kaneka (Dani): Lambang nenek moyang yang terbuat dari batu keramat berbentuk lonjong yang diasah sampai mengkilat.

Kapitalis: Lihat golongan kapitalis.

Kapitalisme: Paham/ajaran perekonomian yang menekankan pada unsur modal/dana.

Kapitalisme: Sistem ekonomi yang dikondisikan sedemikian rupa sehingga terjadi suatu kebebasan berkontrak, kebebasan keuntungan dan pemilikan pribadi, kebebasan melakukan akumulasi modal dan investasi, terdapat mekanisme sistem upah, mekanisme sistem pasar yang sangat ditentukan oleh penawaran dan permintaan, dan adanya persaingan bebas.

Kapitan (Ambon): Seorang pejabat adat yang dulu merupakan panglima perang.

Karangan etnografi: Suatu deskripsi mengenai kebudayaan suatu suku bangsa.

Karmaphala atau karma: Kepercayaan dalam prinsip ajaran agama Hindu bahwa setiap tindakan akan berakibat pada pelakunya.

Karo: Suku yang mendiami Dataran Tinggi Karo, Sumatera Utara, Indonesia. Nama suku ini dijadikan salah satu nama kabupaten di salah satu wilayah yang mereka diami (dataran tinggi Karo) yaitu Tanah Karo. Suku ini memiliki bahasa sendiri yang disebut bahasa Karo atau Cakap Karo. Pakaian adat suku Karo didominasi dengan warna merah serta hitam dan penuh dengan perhiasan emas.

Karsa: Bagian jiwa yang bersifat abstrak yang merupakan pusat dari segala macam kehendak dan nafsu.

Karuhun (Sunda): Roh kakek moyang.

Karya seni: Pujian, protes dan aktualisasi terhadap atau dari situasi dan kondisi masyarakat.

Kasodo (Tengger): Upacara sesembahan atau sesajen untuk Sang Hyang Widhi dan para leluhur oleh suku Tengger yang diadakan pada setiap bulan Kasada hari-14 dalam Penanggalan Jawa.

Kasta: Golongan (tingkat atau derajat) seseorang di masyarakat dalam agama Hindu dan masyarakat Bali. Pelapisan sosial masyarakat Bali terdiri dari 3 (tiga), yaitu kelas sosial utama, madia dan nista. Kasta utama dan tertinggi adalah golongan brahmana, kasta madia adalah golongan ksatria dan kasta nista adalah golongan waisya. Masih ada kelas sosial lainnya yang dianggap kelas sosial paling rendah, yaitu orang-orang yang tidak berkasta disebut dengan sudra (jabawangsa).

Kasus: Soal, perkara, keadaan yang sebenarnya dari suatu perkara.

Kata pengantar: Bagian dari laporan penelitian sosiologi yang berisi keterangan dari penulis mengenai tulisannya. Isi dari keterangan kata pengantar biasanya pendek dan tidak lebih dari satu halaman menjelaskan mengapa sasaran penelitian dipilih oleh peneliti. Pada bagian kata pengantar ini dapat dimuat ucapan terima kasih kepada setiap pihak yang memberi bantuan sejak perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan penelitian. Pada akhir kata pengantar dibubuhkan keterangan tanggal, bulan, dan tahun penulisan, nama lengkap peneliti atau penulis.

Kategorisasi: Pengelompokan berdasarkan karakteristik tertentu.

Kaukasoid: Ras yang diduga berasal dari pegunungan Kaukasus di Eropa. Kaukasoid menurunkan bangsa-bangsa di Eropa. Ras ini mempunyai ciri-ciri, kulit berwarna putih, rambut warna pirang, hidung mancung, mata berwarna biru, dagu panjang, dan tinggi tubuhnya antara 180-210 cm. Kemudian ras ini melakukan persebaran ke berbagai wilayah di muka bumi, sehingga sampai ke benua Asia dan Afrika terutama Asia Barat, Asia Selatan, Asia Tengah, dan Afrika Utara, yaitu terdiri dari orang-orang kulit putih, meliputi ras Kaukasoid Nordic, Mediterania, Alpin, dan Indik.

Kaum buruh: Lihat Proletar.

Kaum cendekiawan: Golongan orang-orang yang terpelajar.

Kaum priyayi: Lihat Golongan priyayi (Jawa).

Kaum repormis: Kaum yang memandang perubahan sosial sebagai reorganisasi sosial.

Kawasan perdesaan (rural): Wilayah yang mempunyai kegiatan utama pertanian, termasuk pengelolaan sumber daya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan, pelayanan jasa, pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.

Kawasan perkotaan (urban): Wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi. Kawasan perkotaan yang besar dengan jumlah penduduk di atas satu juta orang dan berdekatan dengan kota satelit disebut sebagai metropolitan.

Kawi: Suatu jenis bahasa yang pernah berkembang di Pulau Jawa pada zaman kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha nusantara dan dipakai dalam penulisan karya-karya sastra. Dalam tradisi Jawa, bahasa Kawi juga disebut dengan istilah bahasa Jawa Kuno. Meskipun demikian, bahasa Kawi sendiri bukan bahasa Jawa Kuno Murni, karena telah mendapat pengaruh bahasa Sanskerta. Istilah Kawi sendiri bermakna “penyair”. Sedangkan karya sastra yang dihasilkan oleh Sang Kawi disebut dengan nama Kakawin. Biasanya kakawin berupa rangkaian puisi yang mengikuti pola-pola tertentu.

Lihat Juga
Kamus Sosiologi, Kea-, Keb-, Kec-, Ked-. Klik di sini
Kamus Sosiologi, Keg-, Kej-, Kek-, Klik di sini

Kamus Sosiologi, Kel-, Kem-, Ken-, Klik di sini
Kamus Sosiologi, Kep-, Ker-, Kes-, Ket-, Kew-, Kho-, Klik di sini
Kamus Sosiologi, Kin-, Kit-, Kla-, Kli-, Kod-, Koe-, Kog-, Kok-, Kol-, Kom-, Klik di sini
Kamus Sosiologi, Kon-, Koo-, Kor-, Kot-, Klik di sini
Kamus Sosiologi, Kr-, Ks-, Ku-, Klik di sini



Sumber Kutipan Murni,
Haryanta, Agung Tri dan Eko Sujatmiko. 2012. Kamus Sosiologi. Aksara Sinergi Media. Surakarta.

0 komentar

Post a Comment