Jasa Pembuatan Web Sekolah/umum Go Design [klik untuk model]

Harga Rp.3000.000-5000.000

Jasa Pembuatan Blog Pembelajaran/Umum Go Design [klik untuk model]

Harga Rp.500.000-600.000

Perbaikan dan Instalasi PC/Laptop Klik Untuk Rincian Harga

Harga Instalasi Rp.95.000 Win+Ofice. Perbaikan Rp.65.000

Tuesday, 7 June 2016

Kamus Sosiologi, Mab-, Mac-, Mad-, Mag-, Mah-, Mai-, Maj-, Mak-, Mal-, Man-, Map-, Mar-,

Mab- 
Ma’badong (Toraja): Satu tarian upacara asal Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Tarian Ma’badong ini diadakan pada upacara kematian yang dilakukan secara berkelompok. Para penari (pa’badong) membentuk lingkaran dan saling berpegang tangan dan umumnya mereka berpakaian hitam-hitam. Tarian Ma’badong ini kadang menelan waktu berjam-jam, malah berlangsung sampai tiga hari tiga malam sambung-menyambung di pelataran tempat upacara berduka.

Mac-
Macceratasi (Bugis): Upacara adat suku Bugis berupa pesta adat dengan menumpahkan darah hewan tumbal ke laut yang akan selalu digelar di Desa Gedambaan, Pulau Laut Utara, Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Pesta adat maccetarasi merupakan kebiasaan nelayan untuk menumpahkan darah hewan ke laut. Mereka berharap laut dapat memberi penghidupan di darat.

Mad-
Maduppa (Bugis): Pemberitahuan kepada seluruh kaum kerabat mengenai perkawinan yang akan datang.

Mag-
Magi: Suatu usaha yang digunakan untuk memanipulasi hukum-hukum alam tertentu.

Magi senggol (contagious magis): Magi yang berdasarkan pada prinsip bahwa barang yang pernah bersentuhan dapat saling memengaruhi setelah terpisah. Contohnya, sebagai berikut: rambut, gigi, dan kuku jika jatuh ke tangan musuh akan dapat mudah diguna-guna karena rambut, gigi, dan kuku adalah bagian di tubuh yang sering bersenggolan dengan badannya.

Magi simpatetis: Bagi yang berdasarkan prinsip bahwa persamaan menimbulkan persamaan. Contoh magi simpatetis adalah sebagai berikut: seorang pemuda akan pergi ke tukang sihir untuk memesan boneka yang dibuat mirip dengan pemudi yang menolak cintanya itu. Jika boneka tersebut dimasukkan ke dalam air dan diguna-gunai, maka pemudi tersebut dapat menjadi gila. Pemudi tersebut mengalami nasib yang sama dengan boneka tiruannya tersebut.

Magis: Lihat upacara magis.

Mah-
Mahabarata: Sebuah karya sastra kuno yang konon ditulis oleh Begawan Byasa atau Vyasa dari India. Buku ini terdiri dari delapan belas kitab, maka dinamakan Astadasaparwa (asta=8, dasa=10, parwa=kitab). Namun ada pula yang meyakini bahwa kisah ini sesungguhnya kumpulan dari banyak cerita yang semula terpencar-pencar, yang dikumpulkan semenjak abad ke-4 sebelum masehi. Secara singkat, Mahabharata menceritakan kisah konflik para Pandawa lima dengan saudara sepupu mereka sang seratus Korawa, mengenai sengketa hak pemerintahan negara Astina. Puncaknya adalah perang Bharatayuddha di medan Kurusetra dan pertempuran berlangsung selama delapan belas hari.

Mahar atau mas kawin: Harta yang diberikan oleh pihak mempelai laki-laki (atau keluarganya) kepada mempelai perempuan (atau keluarga dari mempelai perempuan) pada saat pernikahan. Istilah yang sama pula digunakan sebaliknya bila pemberi mahar adalah pihak keluarga atau mempelai perempuan. Secara antropologi, mahar seringkali dijelaskan sebagai bentuk lain dari transaksi jual beli sebagai kompensasi atas kerugian yang diderita pihak keluarga perempuan karena kehilangan beberapa faktor pendukung dalam keluarga seperti kehilangan tenaga kerja, dan berkurangnya tingkat fertilitas dalam kelompok.

Mahe: Batu altar persembahan yang menjadi pusat kampung tradisional suku bangsa Sikka yang berdiam di daerah antara Lio dan Larantuka, Kabupaten Sikka, daratan Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Mahkamah Agung: Badan yudikatif Republik Indonesia yang bertugas mengawasi dan mempertahakan undang-undang negara. Mahkamah Agung melaksanakan kekuasaan dan tugasnya terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah dan pengaruh-pengaruh lainnya. Selain itu, MA dapat memberikan pertimbangan-pertimbangan dalam bidang hukum, baik diminta maupun tidak kepada lembaga-lembaga tinggi negara lainnya.

Mai-
Mailist: Kelompok yang terbentuk lewat komunikasi menggunakan e-mail.

Maj-
Majapahit: Sebuah kerajaan yang berpusat di Jawa Timur, Indonesia, yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya menjadi kemaharajaan raya yang menguasai wilayah yang luas di Nusantara pada masa kekuasaan Hayam Wuruk, yang berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389. Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Nusantara dan dianggap sebagai salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Indonesia. Kekuasaan terbentang di Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, hingga Indonesia timur, meskipun wilayah kekuasaannya masih diperdebatkan. Lihat juga Mataram kuno.

Majemuk: Terdiri dari beberapa bagian yang merupakan kesatuan.

Majikan: Lihat borjuis.

Majority rule: Suara terbanyak yang ditentukan melalui pemungutan suara atau voting yang akan menentukan keputusan tanpa mempertimbangkan argumentasi.

Mak-
Makalah: 1. Tulisan resmi tentang suatu pokok yang dimaksudkan untuk dibaca di muka umum dalam suatu persidangan dan yang sering disusun untuk diterbitkan. 2. Karya tulis pelajar atau mahasiswa sebagai laporan hasil pelaksanaan tugas sekolah atau perguruan tinggi.

Makepung: Atraksi karapan sapi berasal dari Kabupaten Jembrana, Bali. Makepung artinya berkejar-kejaran, inspirasinya muncul dari kegiatan tahapan proses pengolahan tanah sawah yaitu tahap melumatkan tanah menjadi lumpur dengan memakai Bajak Lampit Slau. Bajak lampit slau ditarik oleh dua ekor kerbau dan sebagai penghias kerbau maka pada leher kerbau tersebut dikalungi genta gerondongan (gongseng besar) sehingga apabila kerbau tersebut berjalan menarik bajak lampit slau maka akan kedengaran bunyi seperti alunan musik.

Makhluk sosial: Manusia tidak dapat hidup sendiri, ia memerlukan orang lain dalam masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal itu terjadi karena secara biologis membutuhkan manusia yang lain untuk hidup berkelompok.

Makroskopik: Proses evolusi kebudayaan yang dapat dilihat dan dapat diamati seolah-olah dari jauh dengan hanya memperlihatkan yang tampak umum saja. Melalui proses ini dapat dilihat perubahan kebudayaan yang besar terjadi dalam dinamika kehidupan dalam kurun waktu yang cukup lama. Proses ini adalah proses yang kemudian menentukan arah, atau disebut dengan directional process.

Mal-
Maladjustment: Ketidakmampuan masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan perubahan.

Malayan Mongoloid: Penduduk asli wilayah Asia Tenggara, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan penduduk asli Taiwan.

Man-
Manajemen kesan: Usaha seseorang untuk menampilkan kesan pertama yang disukai pada orang lain. Manajemen kesan memiliki manfaat yaitu orang yang menunjukkan manajemen kesan yang baik mendapat keuntungan dalam berbagai situasi.

Mandiri: Berusaha mengatasi permasalahan yang dihadapi tanpa terlalu jauh mengharapkan pertolongan pihak lain.

Manifest: Lihat fungsi manifest.

Manifest social problem: Masalah sosial yang timbul sebagai akibat terjadinya kepincangan-kepincangan dalam masyarakat.

Manifestasi: 1. Perwujudan sebagai suatu pernyataan perasaan atau pendapat. 2. Perwujudan atau bentuk dari sesuatu yang tidak kelihatan.

Mantera: 1. Perkataan atau ucapan yang memiliki kekuatan gaib (misalnya dapat menyembuhkan, mendatangkan celaka, dsb.). 2. Susunan kata berunsur puisi (seperti rima, irama) yang dianggap mengandung kekuatan gaib, biasanya diucapkan oleh dukun atau pawang untuk menandingi kekuatan gaib yang lain.

Mantir (Dayak): Orang tua yang dianggap ahli dalam adat sehingga merupakan penasihat penghulu dalam soal adat.

Manusiawi: Bersifat manusia atau kemanusiaan.

Manuskrip: Naskah tulisan maupun ketikan.

Map-
Mapag sri: Salah satu adat/budaya masyarakat Indonesia khususnya Jawa dan Sunda yang dilaksanakan untuk menyambut datangnya panen raya sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan yang Mahaesa. Mapag Sri apabila ditilik dari bahasa Jawa halus mengandung arti menjemput padi. Dalam bahasa Jawa halus, mapag berarti menjemput, sedangkan sri dimaksudkan sebagai padi. Maksud dari menjemput padi adalah panen.

Mappanretasi (Bugis): Disebut juga pesta laut. Sebuah upacara adat suku Bugis yang dilaksanakan setiap bulan April di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Indonesia. Berlangsung selama dua minggu, upacara tahunan ini dimaksudkan untuk memberi makan laut sebagai ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Mappuce-puce (Bugis): Kunjungan dari keluarga si laki-laki kepada keluarga si gadis untuk mengadakan peminangan.

Mar-
Marapu: Sebuah agama lokal atau pun kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Pulau Sumba. Agama ini merupakan kepercayaan yang memuja nenek moyang dan leluhur. Lebih dari setengah penduduk Sumba memeluk agama ini. Pemeluk agama ini percaya bahwa kehidupan di dunia ini hanya sementara dan bahwa setelah akhir zaman mereka akan hidup kekal, di dunia roh, di surga marapu, yang dikenal sebagai Prai Marapu.

Marga atau nama keluarga: Nama pertanda dari keluarga mana seseorang berasal. Marga lazim ada di banyak kebudayaan di dunia. Nama marga dalam kebudayaan Barat dan kebudayaan yang terpengaruh oleh kebudayaan Barat umumnya terletak di belakang, sehingga sering disebut dengan nama belakang. Kebalikannya, budaya Tionghoa dan Asia Timur lainnya menaruh nama marga di depan. Marga dapat berarti Clan (Klan).

Marinyo: Orang yang bertugas sebagai penyiar berita di desa suku Ambon.

Mariyuana: Lihat ganja.

Marsitalolo (Batak): Cara panen padi dua-tiga kali dalam setahun.

Marxisme: Paham/ajaran yang diajarkan oleh Karl Marx yang menyuarakan persamaan kelas. Marxisme merupakan dasar teori komunisme modern. Teori ini tertuang dalam buku Manifesto Komunis yang dibuat oleh Marx dan Friedrich Engels. Marxisme merupakan bentuk protes Marx terhadap paham kapitalisme. Ia menganggap bahwa kaum kapital mengumpulkan uang dengan mengorbankan kaum proletar. Marx berpendapat bahwa paham kapitalisme diganti dengan paham komunisme. Bila kondisi ini terus dibiarkan, menurut Marx, kaum proletar akan memberontak dan menuntut keadilan. Inilah dasar dari Marxisme.

Lihat Juga.
Kamus Sosiologi, Mas-, Mat-, Maz-, Mbe-, Mbi-, Klik di sini
Kamus Sosiologi, Mea-, Meb-, Mec-, Med-, Meg-, Mek-, Mel-, Mem-, Men-, Mer-, Klik di sini

Kamus Sosiologi, Mes-, Met-, Klik di sini
Kamus Sosiologi, Mi-, Klik di sini
Kamus Sosiologi, Mo-, Klik di sini
Kamus Sosiologi, Mu-, Klik di sini



Sumber Kutipan Murni,
Haryanta, Agung Tri dan Eko Sujatmiko. 2012. Kamus Sosiologi. Aksara Sinergi Media. Surakarta.

0 komentar

Post a Comment