Jasa Pembuatan Web Sekolah/umum Go Design [klik untuk model]

Harga Rp.3000.000-5000.000

Jasa Pembuatan Blog Pembelajaran/Umum Go Design [klik untuk model]

Harga Rp.500.000-600.000

Perbaikan dan Instalasi PC/Laptop Klik Untuk Rincian Harga

Harga Instalasi Rp.95.000 Win+Ofice. Perbaikan Rp.65.000

Friday, 17 June 2016

Kamus Sosiologi, Pa-,

Pa- 
Pacaran: Proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan. Pada kenyataannya, penerapan proses tersebut masih sangat jauh dari tujuan yang sebenarnya. Manusia yang belum cukup umur dan masih jauh dari kesiapan memenuhi persyaratan menuju pernikahan telah dengan nyata membiasakan tradisi yang semestinya tidak mereka lakukan.

Padan kata: Sinonim. Suatu kata yang memiliki bentuk yang berbeda namun memiliki arti atau pengertian yang sama atau mirip.

Padepokan: Salah satu tempat yang digunakan untuk mengajarkan tari-tari tradisional. Pada masa dulu, tari-tarian diajarkan di kraton. Namun, di luar kraton pun akhirnya muncul tari-tarian, terutama di daerah pesisir. Ada kemungkinan pula tari-tarian tercipta dari daerah pesisir. Melalui padepokan tersebut, kebudayaan dapat dilestarikan dengan melakukan pewarisan kepada generasi penerus.

Paguyuban (gemeinschaft): Bentuk kehidupan bersama yang anggota-anggotanya terikat oleh hubungan batin murni dan bersifat alamiah serta kekal. Hubungannya didasari oleh rasa cinta dan rasa kesatuan batin yang telah ditakdirkan. Paguyuban mempunyai ciri-ciri hubungan akrab, bersifat pribadi, dan eksklusif.

Pahumaan (Baduy): Mata pencaharian utama masyarakat Baduy yang meliputi berladang, tebang, dan bakar hutan untuk menanam padi.

Pajoge (Bugis-Makassar): Sejenis tarian yang berasal dari Sulawesi Selatan. Tari Pajoge biasanya ditampilkan dalam istana atau kediaman kalangan ningrat oleh gadis yang berasal dari kalangan rakyat biasa. Para penonton, biasanya dari kalangan ningrat, duduk dalam lingkaran. Para penari menari melingkar. Setiap penari menari seorang diri sambil menyanyi dan mencari pasangannya di antara penonton. Lalu dia akan memberi daun sirih kepada lelaki yang sudah dipilihnya. Lelaki tersebut akan menari dengan sang gadis.

Pakhuizen: Gudang-gudang tempat menyimpan barang-barang dagangan.

Paleoantropologi: Ilmu yang mempelajari asal usul manusia dan evolusi manusia dengan meneliti fosil-fosil.

Pamali (Sunda): Istilah dari daerah Sunda yang dapat menjadi kontrol sosial bagi masyarakat untuk tidak melakukan hal yang kurang baik.

Pameo: Kata-kata atau slogan yang menjadi populer karena sifatnya memotivasi (memberikan semangat).

Pancasila: Dasar negara serta falsafah bangsa dan negara Republik Indonesia yang terdiri atas lima sila.

Panembahan: Ruang kerja sultan dan ruang tempat istirahat sultan pada bangunan keraton Kasepuhan Cirebon.

Panteisme: Kepercayaan yang meyakini bahwa Tuhan adalah alam itu sendiri. Pemikiran ini menyangkal kehadiran Yang Maha Tinggi yang transenden dan yang bukan merupakan bagian dari alam.

Pantun: Salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Pantun berasal dari kata panuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti “petuntun”. Dalam bahasa Jawa, misalnya, dikenal sebagai parikan, dalam bahasa Sunda dikenal sebagai paparikan, dan dalam bahasa Batak dikenal sebagai umpasa (baca: uppasa). Lazimnya pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, bersajak akhir dengan pola a-b-a-b dan a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b, atau a-b-b-a). Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis. Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: sampiran dan isi. Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali berkaitan dengan alam (mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya), dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud selain untuk mengantarkan rima/sajak. Dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.

Pantun Banjar: Pantun yang dilisankan atau ditulis dalam bahasa Banjar. Bahasa Banjar dituturkan oleh suku Banjar yang umumnya digunakan di Kalimantan Selatan dan provinsi tetangganya serta daerah perantauan suku Banjar.

Pantun Sunda: Sebentuk penceritaan bersyair orang Sunda di Jawa Barat yang dipertunjukkan dengan diiringi musik kecapi indung. Cerita-cerita pantun merupakan campuran antara percakapan, lagu dan syair cerita, biasanya berbentuk pencarian kerohanian. Tradisi menceritakan pantun Sunda dilaksanakan sebelum atau sesudah upacara tradisional, seperti pernikahan. Pada upacara keagamaan juru pantun mungkin akan berpuasa selama beberapa hari dan membakar kemenyan sebelum mulai bernyanyi.

Para munggu: Sebutan roh kakek moyang orang Baduy. Disebut pula dengan Karuhun atau Wangatua.

Paradigma: Kerangka pikir tentang suatu gejala.

Parameter: Ukuran, kriteria, pembatasan, standar, tolok ukur, patokan yang digunakan untuk melakukan penelitian.

Parasitisme: Hubungan atau interaksi di mana satu pihak beruntung, pihak lain dirugikan.

Parental: Lihat bilateral.

Parmalim: Istilah yang merujuk kepada penganut agama Malim. Agama Malim yang dalam bahasa Batak disebut Ugamo Malim adalah bentuk modern agama asli suku Batak. Agama asli Batak tidak memiliki nama sendiri, tetapi penghujung abad kesembilan belas muncul sebuah gerakan anti kolonial.

Parpol: Lihat partai politik.

Parsem (Asmat): Perkawinan yang terjadi sebagai akibat adanya hubungan rahasia antara seorang pemuda dengan seorang pemudi yang kemudian diakui secara sah oleh orang tua kedua belah pihak.

Parsial: Berhubungan atau merupakan bagian dari keseluruhan.

Partai politik (parpol): Perkumpulan atau organisasi yang didirikan untuk mewujudkan ideologi politik tertentu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Berdasarkan undang-undang No. 2 Tahun 1999 tentang Partai Politik, dinyatakan bahwa “partai politik adalah setiap organisasi yang dibentuk oleh warga negara Republik Indonesia secara sukarela atau atas dasar persamaan kehendak untuk memperjuangkan, baik kepentingan anggotanya, maupun bangsa dan negara melalui pemilihan umum”.

Participant observer technique: Teknik penelitian yang melibatkan peneliti secara langsung pada kelompok sosial yang diteliti.

Partikularisme: 1. Sistem yang mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum. 2. Aliran politik, ekonomi, kebudayaan yang mementingkan daerah atau kelompok khusus; sukuisme.

Partisipasi: 1. Hal turut berperan serta dalam suatu kegiatan, keikutsertaan peran serta. 2. Peran interviewer sebagai motivator dalam proses interview yang dilakukan dengan cara turut aktif dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh narasumber. 3. Lihat hukum partisipasi.

Paruik (Minangkabau): Klan kecil yang bersifat matrilineal dalam sistem kekerabatan Minangkabau.

Pasar: Tempat bertemunya penjual dan pembeli. Transaksi jual beli yang terjadi tidak selalu memerlukan lokasi fisik. Pasar yang dimaksud bisa merujuk kepada suatu negara tempat suatu barang dijual dan dipasarkan.

Pasar gelap: Sektor kegiatan ekonomi yang melibatkan transaksi ekonomi ilegal, khususnya pembelian dan penjualan barang dagangan secara tak sah. Barang-barangnya sendiri bisa ilegal, seperti penjualan senjata atau obat-obatan terlarang; barang dagangan bisa curian; atau barang dagangan barangkali sebaliknya merupakan barang resmi yang dijual secara gelap untuk menghindari pembayaran pajak atau syarat lisensi, seperti rokok atau senjata api tak terdaftar.

Pasar monopoli: (dari bahasa Yunani: monos, satu + polein, menjual) Suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai “monopolis”. Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikkan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang substitusi (pengganti) produk tersebut atau—lebih buruk lagi---mencarinya di pasar gelap (black market).

Pasar oligopoli: Pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh. Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka. Praktik oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk ke dalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga di antara pelaku usaha yang melakukan praktik oligopoli menjadi tidak ada.

Pasisie (Minangkabau): Berasal dari darat (pesisir).

Patembayan: Kelompok sosial yang terbentuk atas dasar kepentingan tertentu.

Paternalisme: Penguasaan kelompok pendatang terhadap kelompok pribumi.

Patologi: Cabang bidang kedokteran yang berkaitan dengan ciri-ciri dan perkembangan penyakit melalui analisis perubahan fungsi atau keadaan bagian tubuh. Bidang patologi terdiri atas patologi anatomi dan patologi klinik. Ahli patologi anatomi membuat kajian dengan mengkaji organ sedangkan ahli patologi klinik mengkaji perubahan pada fungsi yang nyata pada fisiologi tubuh.

Patriarkal: Otoritas di dalam keluarga dimiliki oleh laki-laki (laki-laki tertua, umumnya ayah).

Patrilineal: Sistem kemasyarakatan berdasarkan garis keturunan dari ayah.

Patrilokal: Pola yang mengatur keluarga baru untuk menetap di lingkungan keluarga suami. Pola ini bersifat kaku, karena mereka yang telah melangsungkan pernikahan tidak memiliki pilihan lain, kecuali harus tinggal bersama keluarga suami.

Patrimatrilokal: Pola yang mengatur keluarga baru untuk menetap bersama keluarga pihak pria, untuk selanjutnya menetap bersama keluarga pihak wanita. Pola ini seperti halnya pola matripatrilokal tetapi dimulai dari tinggal di tempat pihak pria dahulu kemudian baru tinggal di tempat pihak wanita.

Patriotisme: Sikap yang berani, pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsa dan negara. Patriotisme berasal dari kata “patriot” dan “isme” yang berarti sifat kepahlawanan atau jiwa pahlawan, atau “heroisme” dan “patriotism” dalam bahasa Inggris. Pengorbanan ini dapat berupa pengorbanan harta benda maupun jiwa raga.

Lihat Juga
Kamus Sosiologi, Pee-, Pek-, Pel-, Pem-, Klik di sini
Kamus Sosiologi, Pend-, Pene-, Klik di sini

Kamus Sosiologi, Peng-, Penj-, Peno-, Peny-, Klik di sini
Kamus Sosiologi, Pera-, Perb-, Prec-, Pere-, Peri-, Perj-, Perka-, Klik di sini
Kamus Sosiologi, Perm-, Pern-, Perp-, Pers-, Pert-, Klik di sini
Kamus Sosiologi, Peru-, Prev-, Perw-, Perz-, Pes-, Pew-, Phe-, Klik di sini
Kamus Sosiologi, Pi-, Pl-, Po-, Klik di sini
Kamus Sosiologi, Pra-, Pre-, Klik di sini
Kamus Sosiologi, Pri-, Pro-, Klik di sini
Kamus Sosiologi, Ps-, Pu-, Klik di sini



Sumber Kutipan Murni,
Haryanta, Agung Tri dan Eko Sujatmiko. 2012. Kamus Sosiologi. Aksara Sinergi Media. Surakarta.

0 komentar

Post a Comment