Jasa Pembuatan Web Sekolah/umum Go Design [klik untuk model]

Harga Rp.3000.000-5000.000

Jasa Pembuatan Blog Pembelajaran/Umum Go Design [klik untuk model]

Harga Rp.500.000-600.000

Perbaikan dan Instalasi PC/Laptop Klik Untuk Rincian Harga

Harga Instalasi Rp.95.000 Win+Ofice. Perbaikan Rp.65.000

Tuesday, 28 June 2016

Kamus Sosiologi, Sa-, Sc-, Sd-

Sa-
Sabulangan (Mentawai): Makhluk halus yang melepaskan diri dari tubuh manusia yang meninggal dan pergi ke dunia roh atau yang hidup di sekitar tempat tinggal manusia dalam bumi, air, udara, pohon besar, hutan, dan tempat-tempat lainnya.

Sacred: Adanya sesuatu yang suci atau kudus. Salah satu unsur yang mendasari agama.

Sadaqah atau sedekah: pemberian seorang muslim kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Shadaqah lebih luas dari sekedar zakat maupun infak. Karena shadaqah tidak hanya berarti mengeluarkan atau mendermakan harta. Namun shadaqah mencakup segala amal atau perbuatan baik.

Sahala (Batak): Kharisma, roh kekuatan yang dimiliki seseorang.

Sahih: Valid.

Samen leaven: Kumpul kebo.

Sampel: Objek penelitian yang dipilih dan ditetapkan untuk diteliti lebih jauh sesuai dengan yang diperlukan sebagai wakil dari populasi yang ada; bagian kecil yang mewakili kelompok atau keseluruhan yang lebih besar. Tujuan pengambilan sampel untuk mengadakan penghematan waktu, biaya, dan tenaga dengan validitas yang masih tetap terjaga secara baik. Penentuan sampel dalam penelitian sangat penting. Oleh karena itu, perlu dijelaskan agar kebenaran suatu penelitian tetap terjaga.

Sampel berstrata: Sampel yang terbentuk dengan membagi populasi atas tingkat-tingkat atau kelas-kelas. Anggota sampel ditarik dari setiap kelas sehingga setiap kelas diwakili di dalam sampel.

Sampel kelompok: Teknik pengambilan sampel untuk memperoleh sampel dari kelompok-kelompok yang bukan merupakan kelas atau strata. Misalnya, petani, pedagang, sekolah negeri, dan sekolah swasta. Jadi, dari setiap kelompok tersebut diambil sampelnya.

Sampel kuota: Lihat quota sampling.

Sampel penelitian: Jumlah tertentu yang mewakili populasi.

Sampel proporsi: Teknik pengambilan sampel untuk memperoleh sampel yang representatif yaitu pengambilan sampel dari setiap strata atau wilayah ditentukan seimbang atau sebanding dengan banyaknya subjek dalam setiap strata atau wilayah.

Sampel sebanding: Penarikan sampel dengan cara proporsional quota sample diperoleh dengan mengambil anggota strata sedemikian rupa sehingga setiap stratum diwakili oleh sejumlah anggota yang sebanding dengan besarnya stratum itu.

Sampel tak terbatas (unrestricted random sampling): Sampel yang anggotanya dipilih langsung dari seluruh populasi dengan tidak membagi populasi itu lebih dahulu atas kelas atau golongan.

Sampel terbatas (restricted sampling): Sampel yang dibentuk dengan membagi populasi atas bagian atau golongan. Selanjutnya, dari bagian tersebut dipilih beberapa anggota sampel atau golongan secara random. Dari golongan yang terpilih, sebagian besar atau seluruh anggota dimasukkan menjadi anggota sampel.

Sampel tetap (fixed sampling design): Cara pengambilan sampel yang dibentuk mengikuti aturan tertentu. Aturan itu tidak akan diubah selama penarikan sampel.

Sampling: Cara atau metode tertentu yang digunakan untuk mendapatkan data dalam suatu penelitian ilmiah. Pengambilan sampel harus dilakukan agar sampel dapat menggambarkan populasi yang sebenarnya atau representatif.

Sampyong: Semacam gambang sederhana terbuat dari bilahan bambu atau kayu sebanyak empat bilah, kentongan bambu, dan tanduk kerbau. Irama yang dihasilkan dari alat musik sampyong ini sangat monoton, sehingga justru menimbulkan semangat bertanding.

Samrah: 1. Seni musik orkes tradisional Betawi yang memperoleh pengaruh dari kebudayaan Melayu. Alat musik samrah terdiri atas harmonium, biola, gitar, dan tamborin. Samrah sering dilengkapi pula dengan rebana dan gendang. Orkes samrah pada umumnya dimainkan untuk mengiringi nyanyian dan tarian. Kostum para pemain musik samrah berupa peci, jas, dan kain plakat. Namun ada pula yang mengenakan baju sadaria dan celana batik. 2. Tarian Betawi yang mendapat pengaruh Melayu. Gerakan tarinya banyak menunjukkan persamaan dengan gerak tari Melayu yang mengutamakan langkah-langkah kaki dan lenggang berirama. Pada umumnya penari samrah berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan. Mereka menari sambil diiringi nyanyian berupa pantun oleh seorang biduan.

Sanctioned institutions: Pranata sosial yang ditolak oleh masyarakat meskipun masyarakat tidak mampu memberantasnya. Misalnya, kelompok penjahat, kelompok pemeras, pencoleng, dan lain-lain.

Sangga: Majelis biksu Buddha yang keanggotaannya dapat dari segala kasta; merupakan tiga pokok keimanan dalam agama Buddha.

Sanggah: Tempat sesaji rumah yang merupakan tempat pemujaan leluhur dari klen kecil serta keluarga luas. Di Bali ada beribu-ribu pura dan sanggah, masing-masing dengan hari perayaan berdasarkan sistem penanggalan yang telah ditetapkan. Di Bali dipakai dua macam penanggalan, yaitu penanggalan Hindu-Bali dan Jawa-Bali.

Sanitu (Mentawai): Roh-roh jahat yang suka mengganggu orang dan membawa penyakit, serta bencana.

Sanksi: Suatu bentuk imbalan atau balasan yang diberikan kepada seseorang atas perilakunya. Sanksi dapat berupa hadiah (reward) dan dapat pula berupa hukuman (punishment). Sanksi diberikan atau ditetapkan oleh masyarakat untuk menjaga tingkah laku anggotanya agar sesuai dengan norma-norma yang berlaku.

Santet (sorcery): Perbuatan sengaja diadakan oleh manusia untuk berbuat jahat dengan tujuan khusus dengan cara menenung korbannya dengan menggunakan kuku, rambut, atau pakaian bekas, memasukkan gigi mayat ke dalam tubuh korban.

Saparua: Salah satu dialek bahasa Ambon.

Sara (Bugis-Makassar): Bagian dari pangaderreng, yang mengandung pranata hukum, dalam hal ini ialah hukum Islam.

SARA: Suku Ras dan Agama. Berbagai pandangan dan tindakan yang didasarkan atas sentimen identitas yang menyangkut suku bangsa agama, ras atau keturunan dan golongan. Setiap tindakan yang melibatkan kekerasan, diskriminasi, dan pelecehan yang didasarkan atas identitas diri dan golongan dapat dikatakan sebagai tindakan SARA.

Sarchovagus: Lihat kubur batu.

Sastra: Karangan dengan bahasa yang indah dan isi yang baik. Bahasa yang indah artinya bisa menimbulkan kesan dan menghibur pembacanya. Isi yang baik artinya berguna dan mengandung nilai pendidikan. Bentuk fisik dari sastra disebut karya sastra.

Sastra Malayu Rendah: Karya sastra di Indonesia yang dihasilkan antara tahun 1870-1942, yang berkembang di lingkungan masyarakat Cina dan masyarakat Indo-Eropa.

Sayap kiri: Kelompok yang biasanya dihubungkan dengan aliran sosialis atau demokrasi sosial.

Sayap kanan: Istilah yang mengacu kepada segmen spektrum politik yang biasanya dihubungkan dengan konservatisme, liberalisme klasik, kelompok kanan agama, atau sekadar lawan dari politik sayap kiri. Dalam konteks tertentu, istilah sayap kanan juga bisa mencakup nasionalisme otoriter, namun hal itu biasanya lebih merupakan bagian dari ekstrem kanan.

Sc-
Science (ilmu pengetahuan): Sejumlah pengetahuan yang teratur dan dapat dibuktikan yang diperoleh melalui penyelidikan ilmiah, suatu metode studi yang dipakai untuk memperoleh sejumlah pengetahuan yang bisa dibuktikan kebenarannya.

Scientific institutions: Lihat lembaga ilmiah.

Sd- 

SDM: Sumber Daya Manusia. Potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan peranannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. Dalam pengertian praktis sehari-hari, SDM lebih dimengerti sebagai bagian integral dari sistem yang membentuk suatu organisasi. Oleh karena itu, dalam bidang kajian psikologi, para praktisi SDM harus mengambil penjurusan industri dan organisasi.

Lihat Juga
Kamus Sosiologi, Se-, Sh-, Klik di sini
Kamus Sosiologi, Si-, Sk-, Sl-, Sm-, Sn-, Klik di sini

Kamus Sosiologi, So-, Sp-, Klik di sini
Kamus Sosiologi, St-, Klik di sini
Kamus Sosiologi, Su-, Sw-, Sy-, Klik di sini



Sumber Kutipan Murni,
Haryanta, Agung Tri dan Eko Sujatmiko. 2012. Kamus Sosiologi. Aksara Sinergi Media. Surakarta.

0 komentar

Post a Comment