Jasa Pembuatan Web Sekolah/umum Go Design [klik untuk model]

Harga Rp.3000.000-5000.000

Jasa Pembuatan Blog Pembelajaran/Umum Go Design [klik untuk model]

Harga Rp.500.000-600.000

Perbaikan dan Instalasi PC/Laptop Klik Untuk Rincian Harga

Harga Instalasi Rp.95.000 Win+Ofice. Perbaikan Rp.65.000

Thursday, 7 July 2016

Kamu Sosiologi, Val-, Van-,

Val-
Valid: Menurut cara yang semestinya; sahih; dapat diterima; berlaku.

Validitas: Derajat ketetapan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Validitas dipandang sebagai sebagai konsep yang paling dalam penelitian. Suatu alat pengukur dikatakan valid, jika alat itu mengukur apa yang harus diukur oleh alat itu.

Validitas budaya: validitas sebuah instrumen yang berhubungan dengan budaya-budaya yang ada. Instrumen yang valid, dapat memberikan hasil yang sama dalam penelitian terhadap budaya yang berbeda, karena pada umumnya sebuah instrumen dapat valid ketika digunakan dalam penelitian budaya tertentu, namun tidak valid ketika digunakan dalam penelitian budaya yang lain. Contohnya kuesioner interaksi keluarga yang digunakan di negara-negara Barat tidak sesuai dengan di Indonesia. Di Barat menggunakan konsep nuclear family yang hanya terdiri dari ayah, ibu, dan anak, sedangkan di Indonesia keluarga didasarkan pada extended family yang tidak hanya melibatkan ayah, ibu, dan anak saja, namun keluarga dekat lainnya.

Validitas eksternal: Jenis validitas yang diperoleh dengan cara mengkorelasikan alat pengukur baru dengan tolok ukur eksternal yang berupa alat ukur yang sudah valid. Misalnya, untuk mengukur kualitas penduduk dapat dikorelasikan antara angka harapan hidup dengan angka kematian bayi. Apabila kedua angka tersebut berkorelasi secara signifikan, maka kedua jenis pengukuran itu telah memiliki validitas eksternal.

Validitas isi: Isi atau bahan yang diuji relevan dengan kemampuan, pengetahuan, pelajaran, pengalaman, atau latar belakang orang yang diuji. Jika misalnya kita uji bahan yang ada di luar yang dipelajari, maka tes itu tidak mempunyai validitas isi. Validitas isi diperoleh dengan mengadakan sampling yang baik, yaitu memilih item-item yang representatif dari keseluruhan bahan yang berkenaan dengan hal yang kita selidiki.

Validitas kriteria: Validitas suatu instrumen dengan membandingkannya dengan instrumen-pengukuran lainnya yang sudah valid dan reliabel dengan cara mengkorelasikannya, bila korelasinya signifikan maka instrumen tersebut mempunyai validitas kriteria. Terdapat dua bentuk validitas kriteria yaitu validitas konkuren dan validitas ramalan.

Validitas konkuren: Kemampuan suatu instrumen pengukuran untuk mengukur gejala tertentu pada saat sekarang kemudian dibandingkan dengan instrumen pengukuran lain untuk konstruk yang sama. Lihat validitas kriteria.

Validitas konstruk: Validitas yang berkaitan dengan kesanggupan suatu alat ukur dalam mengukur pengertian suatu konsep yang diukurnya. Menurut Jack R. Fraenkel validitas konstruk (penentuan validitas konstruk) merupakan yang terluas cakupannya dibanding validitas lainnya, karena melibatkan banyak prosedur termasuk validitas isi dan validitas kriteria.

Validitas prediktif: Adanya kesesuaian antara ramalan (prediksi) tentang perilaku seseorang dengan perilaku yang nyata.

Validitas ramalan: Kemampuan suatu instrumen pengukuran memprediksi secara tepat dengan apa yang akan terjadi di masa datang. Contohnya apakah tes masuk sekolah mempunyai validitas ramalan atau tidak ditentukan oleh kenyataan apakah terdapat korelasi yang signifikan antara hasil tes masuk dengan prestasi belajar sesudah menjadi siswa, bila ada, berarti tes tersebut mempunyai validitas ramalan. Lihat validitas kriteria.

Validitas rupa: Jenis validitas yang berbeda dengan validitas yang tidak menunjukkan apakah alat pengukur (instrumen) mengukur apa yang ingin diukur; validitas rupa hanya menunjukkan bahwa dari segi “rupanya” suatu alat pengukur tampaknya mengukur apa yang ingin diukur. Contohnya untuk mengukur kemampuan mengendarai mobil, seorang sopir harus disuruh mengendarai mobil, atau menggunakan alat simulasi mirip dengan keadaan sesungguhnya. Cara pengukuran yang demikian memiliki validitas rupa. Sedangkan apabila pengukuran kemampuan mengendarai mobil dilakukan dengan ujian tertulis tentang teknik mengendarai mobil, maka alat pengukur (instrumen) tersebut kurang memiliki validitas rupa.

Value: Lihat nilai.

Value is being: Nilai yang berasal dari hati nurani seperti kejujuran, keberanian, cinta damai, keandalan diri.

Value is giving: Nilai yang perlu dipraktikan atau diberikan kemudian akan diterima sebanyak yang diberikan.

Van-
Vandalisme: Suatu sikap kebiasaan yang dialamatkan kepada bangsa Vandal, pada zaman Romawi Kuno, yang budayanya antara lain: Perusakan yang kejam dan penistaan segala yang indah atau terpuji. Tindakan yang termasuk di dalam vandalisme lainya adalah perusakan kriminal, pencacatan, grafiti, dan hal-hal lainya yang mengganggu mata.

Lihat Juga
Kamus Sosiologi, Var-, Vas-, Ve-, Vi-, Vo-, Vu-, Klik di sini



Sumber Kutipan Murni,
Haryanta, Agung Tri dan Eko Sujatmiko. 2012. Kamus Sosiologi. Aksara Sinergi Media. Surakarta.

0 komentar

Post a Comment