Jasa Pembuatan Web Sekolah/umum Go Design [klik untuk model]

Harga Rp.3000.000-5000.000

Jasa Pembuatan Blog Pembelajaran/Umum Go Design [klik untuk model]

Harga Rp.500.000-600.000

Perbaikan dan Instalasi PC/Laptop Klik Untuk Rincian Harga

Harga Instalasi Rp.95.000 Win+Ofice. Perbaikan Rp.65.000

Wednesday, 6 July 2016

Kamus Sosiologi, Uk-, Ul-,

Uk- 
Ukuran ilmu pengetahuan: Dasar pembentukan stratifikasi sosial melalui ukuran kepemilikan seseorang atau penguasaan seseorang dalam hal ilmu pengetahuan. Kriteria ini dapat pula disebut sebagai ukuran kepandaian dalam kualitas. Berdasarkan ukuran ini, orang yang berpendidikan tinggi, misalnya seorang sarjana akan menempati posisi teratas dalam stratifikasi sosial di masyarakat.

Ukuran kehormatan: Dasar pembentukan stratifikasi sosial melalui gelar kebangsawanan atau dapat pula diukur dari segi kekayaan materiil. Orang yang mempunyai gelar bangsawan yang menyertai namanya, seperti raden, raden mas, atau raden ajeng akan menduduki strata teratas dalam masyarakat.

Ukuran kekayaan: Dasar pembentukan stratifikasi sosial melalui kepemilikan harta benda seseorang dilihat dari jumlah dan materiil saja. Biasanya orang yang memiliki harta dalam jumlah yang besar akan menempati posisi teratas dalam penggolongan masyarakat berdasarkan kriteria ini.

Ukuran kekuasaan: Dasar pembentukan stratifikasi sosial melalui kepemilikan kekuatan seseorang dalam mengatur dan menguasai sumber produksi atau pemerintahan. Biasanya ukuran ini dikaitkan dengan kedudukan atau status sosial seseorang dalam bidang politik.

Ukuran keturunan: Lihat ukuran kehormatan dan ukuran kekuasaan.

Ul-
Ulakan: Lihat ngeuyeuk seureuh.

Ulos: Hasil kerajinan tenunan tradisional suku bangsa Batak yang biasa diberikan oleh hula-hula (sebutan adat untuk orang tua yang anak gadisnya dipersunting keluarga lain) kepada boru (sebutan untuk keluarga pihak laki-laki yang mempersunting gadis). Pemberian ulos tersebut mengandung makna sebuah harapan agar penerima ulos tersebut hangat tubuh dan jiwanya. Dalam kehidupan masyarakat adat suku bangsa Batak, ulos bukan sekedar kain selendang penghias yang memperindah penampilan seseorang. Melainkan memegang peranan penting dalam menandai siklus kehidupan seseorang sejak lahir hingga meninggal.

Ulos hela: Ulos yang diberikan oleh orang tua mempelai perempuan kepada pasangan mempelai baru.

Ulos lobu-lobu: Ulos yang diberikan seorang ayah kepada putra dan menantu perempuannya setelah tiba di rumah dari acara pernikahan.

Ulos parompa: Ulos yang diberikan orang tua kepada putrinya yang baru melahirkan sebagai selendang untuk menggendong cucunya.

Ulos saput: Ulos penutup jenazah yang diberikan oleh tulang (sebutan untuk paman) almarhum apabila yang meninggal itu laki-laki.

Ulos tondi: Ulos yang diberikan orang tua kepada putrinya yang sedang hamil tua khusus untuk anak pertama.

Ulos tujung: Ulos yang diselubungkan ke kepala seorang janda.

Ultimogenitur: Prinsip dalam kekerabatan  yang memperhitungkan hubungan kekerabatan melalui garis keturunan laki-laki maupun perempuan, tetapi hanya berlaku bagi yang termuda saja. Masyarakat yang menggunakan prinsip ini adalah masyarakat Mysore di India Selatan. Di Indonesia ada masyarakat yang menggunakan prinsip ini, yaitu masyarakat di Kebumen, Jawa Tengah. Pada masyarakat tersebut ada kebiasaan atau tradisi bahwa anak perempuan yang terakhir (bungsu) apabila sudah menikah, maka dia beserta suami dan anak-anaknya harus tinggal bersama di rumah orang tuanya (prinsip uxorilokal). Dia juga akan mewarisi tanah dan rumahnya. Dengan demikian hukum adat waris seperti itu menganut prinsip matrilineal ultimogenitur.

Ultrolokal: Suatu adat yang memberikan kebebasan kepada sepasang suami istri untuk memilih tinggal di sekitar kediaman kerabat suami atau di sekitar kediaman kerabat istri. Biasanya adat ini digunakan oleh masyarakat yang menganut sistem kekerabatan patrilineal.

Ulu-ulu (Sunda): Mengatur perbaikan air dengan memperbaiki selokan.

Lihat Juga
Kamus Sosiologi, Um-, Un-, Klik di sini
Kamus Sosiologi, Up-, Ur-, Us-, Ut-, Ux-, Klik di sini




Sumber Kutipan Murni,
Haryanta, Agung Tri dan Eko Sujatmiko. 2012. Kamus Sosiologi. Aksara Sinergi Media. Surakarta.

0 komentar

Post a Comment