Jasa Pembuatan Web Sekolah/umum Go Design [klik untuk model]

Harga Rp.3000.000-5000.000

Jasa Pembuatan Blog Pembelajaran/Umum Go Design [klik untuk model]

Harga Rp.500.000-600.000

Perbaikan dan Instalasi PC/Laptop Klik Untuk Rincian Harga

Harga Instalasi Rp.95.000 Win+Ofice. Perbaikan Rp.65.000

Friday, 8 July 2016

Kamus Sosiologi, Wa-,

Wa-
Waisya: Golongan karya atau warna dalam tata masyarakat menurut agama Hindu. Bersama-sama dengan Brahmana dan Ksatria, mereka disebut Tri Wangsa, tiga kelompok golongan keraya atau profesi yang menjadi pilar penciptaan kemakmuran masyarakat. Bakat dasar golongan Waisya adalah penuh perhitungan, tekun, terampil, hemat, cermat, kemampuan pengolahan aset (kepemilikan) sehingga kaum Waisya hampir identik dengan kaum pedagang atau pebisnis. Kaum Waisya adalah kelompok yang mendapat tanggung jawab untuk menyelenggarakan kegiatan ekonomi dan bisnis agar terjadi proses distribusi dan redistribusi pendapatan dan penghasilan, sehingga kemakmuran masyarakat, negara dan kemanusiaan tercapai.

Wakaf: Perbuatan yang dilakukan wakif (pihak yang melakukan wakaf) untuk menyerahkan sebagian atau keseluruhan harta benda yang dimilikinya untuk kepentingan ibadah dan kesejahteraan masyarakat.

Wakasihu: Salah satu dialek bahasa Ambon.

Wali atau biek (Aceh): Sebutan untuk kerabatan dari pihak ayah di Aceh.

Wangatua: Lihat para munggu.

Wareng: Generasi keempat dalam sistem kekerabatan vertikal Jawa.

Wari (Bugis-Makassar): Bagian dari panngaderreng yang berfungsi mengklasifikasikan berbagai benda dan peristiwa dalam kehidupan manusia. Misalnya, dalam memelihara garis keturunan dan hubungan kekerabatan antar raja.

Waria (wanita-pria) atau wadam (hawa-adam): Laki-laki yang lebih suka berperan sebagai perempuan dalam kehidupannya sehari-hari. Keberadaan waria telah tercatat lama dalam sejarah dan memiliki posisi yang berbeda-beda dalam setiap masyarakat. Walaupun dapat terkait dengan kondisi fisik seseorang, gejala waria adalah bagian dari aspek sosial transgenderisme. Seorang laki-laki yang memilih menjadi waria dapat terkait dengan keadaan biologisnya (hermafroditisme), orientasi seksual (homoseksual), maupun akibat pengondisian lingkungan.

Waris: Orang yang berhak menerima harta pusaka dari orang yang telah meninggal.

Warisan: Harta peninggalan yang ditinggalkan pewaris kepada ahli waris. Ahli waris adalah orang-orang yang berhak menerima harta peninggalan (mewarisi) orang yang meninggal, baik karena hubungan keluarga, pernikahan, maupun karena memerdekakan hamba sahaya.

Warisan biologis: Ciri-ciri fisik, bakat, intelegensi, dan sifat-sifat khas yang diturunkan dari ayah, ibu, kakek, dan nenek.

Wawancara: Proses memperoleh keterangan untuk penelitian dengan cara tanya jawab secara langsung antara si penanya yang disebut pewawancara dengan si penjawab yang disebut responden atau informan.

Wawancara bebas: Lihat wawancara tidak berstruktur.

Wawancara bebas terpimpin: Wawancara di mana pewawancara di samping mempunyai pedoman wawancara yang telah dipersiapkan, juga mempunyai peluang untuk mengembangkan pertanyaan tersebut sehingga dapat diperoleh data yang lebih mendalam.

Wawancara berstruktur: Kegiatan wawancara yang dilakukan dengan menggunakan daftar pertanyaan sebelumnya. Tujuannya adalah supaya wawancara yang dilakukan tidak menyimpang dari tujuan yang sudah ditetapkan.

Wawancara langsung: Cara pengumpulan data dengan mengadakan kontak langsung (tatap muka) dengan sumber data, misalnya mendengarkan ceramah langsung atau tanya jawab. Peranan pewawancara, yaitu bertanya dan mencatat hasil wawancara.

Wawancara mendalam (in-depth interview): Bersifat lentur dan terbuka, tidak berstruktur ketat, tetapi dengan pertanyaan yang semakin terfokus dan mengarah pada kedalaman informasi. Dalam hal ini, peneliti dapat bertanya kepada responden kunci tentang fakta-fakta suatu peristiwa di samping opini mereka mengenai peristiwa yang ada. Dalam berbagai situasi, peneliti dapat meminta responden untuk mengetengahkan pendapatnya sendiri terhadap peristiwa tertentu dan dapat menggunakan posisi tersebut sebagai dasar penelitian selanjutnya.

Wawancara terpimpin: Wawancara di mana peneliti sudah mempunyai pedoman wawancara yang telah disiapkan sebelumnya dan pertanyaan memiliki arah yang jelas.

Wawancara tidak berstruktur: Kegiatan wawancara yang tidak berpedoman kepada daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Wawancara ini juga disebut wawancara bebas.

Wawancara tidak terpimpin: Kegiatan wawancara di mana peneliti/pewawancara tidak mempunyai pedoman wawancara yang jelas.

Wawasan: 1. Hasil mewawas; tinjauan; pandangan. 2. Konsepsi cara pandang.

Wawasan nusantara: Cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dalam pelaksanaannya, wawasan nusantara mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional.

Wayang: Boneka tiruan orang yang terbuat pahatan kulit atau kayu yang dapat dimanfaatkan untuk memerankan tokoh dalam pertunjukkan drama tradisional biasanya dimainkan oleh seorang dalang.

Wayang beber: Wayang yang tiap adegannya dilukiskan di kain yang dapat digulung dan dibuka (dibeber). Dalang akan menceritakan jalannya adegan-adegan itu diiringi gamelan.

Wayang golek: Wayang yang terbuat dari boneka kayu dengan dandanan dan kostum yang menarik sesuai karakter wayang. Wayang golek merupakan seni pertunjukkan yang memperoleh pengaruh dari kesenian Jawa Mataram (wayang kulit), namun wayang golek lebih visual dan demokratif. Pertunjukkan wayang golek dimainkan oleh dimainkan oleh seorang dalang yang menggerakkan boneka-boneka kayu tersebut dengan mengambil cerita dari kisah Ramayana maupun Mahabharata yang dikemas dengan versi masyarakat adat Sunda.

Wayang kulit: Terbuat dari kulit binatang seperti sapi dan kerbau. Wayang kulit juga dinamakan wayang purwa. Kata purwa berasal dari bahasa Sanskerta parwa yaitu bagian dari buku Mahabharata. Cerita wayang kulit diambil dari kitab Mahabharata dan Ramayana, tetapi ceritanya sudah disesuaikan dengan suasana dan kepribadian Indonesia. Sebagai contoh adalah terdapat punakawan (Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong) yang tidak terdapat dalam Mahabharata dan Ramayana asli.

Wayang purwa: Lihat wayang kulit.

Lihat Juga
Kamus Sosiologi, We-, Wh-, Wi-, Wu-, Klik di sini



Sumber Kutipan Murni,
Haryanta, Agung Tri dan Eko Sujatmiko. 2012. Kamus Sosiologi. Aksara Sinergi Media. Surakarta.

0 komentar

Post a Comment